Selasa, 20 Desember 2011

The Reflection

"You see although all of you might know how to use a computer,
Most of you don't know how to harvest land..
You all know how to order food,
but how many of you know how to plant your own?
Are your kids expert at video games,
or have you taught them what's essential to life?
We have been moved away from our natural's way of life
and have been manipulated to serve the machine!
We have become part of the machine.
It's time for you to realize that your true welfare depends on your independence from this machine.
You all know how to fill up gas,
but, have you tried to acquired free and alternative energy?
Sunlight is made up of tiny packets energy called photons,
every minute, enough of this free energy reaches the earth,to meet all of the world's energy needs for a full year!"

taken from 'The Arrival'

Memaknai Jejak-Jejak Kehidupan

Rutinitas ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, aktivitas kehidupan yang sudah rutin itu mudah dijalani, tidak memerlukan pemikiran dan persiapan serius, dan semuanya akan berlangsung normal seperti biasanya. Namun, sesungguhnya kita mesti mewaspadai aktivitas yang sudah berjalan rutin serta mekanis bagaikan mesin karena kebiasaan yang sudah mapan akan membuat hati dan pikiran tumpul, kehilangan daya kreatif dan reflektifnya.

Hati-hati ketika anda sudah merasa aman bersembunyi di balik tembok comfort zone yang terbentuk oleh rutinitas karena yang sesungguhnya terjadi adalah anda sudah terjebak dan terbelenggu dalam rutinitas yang membuat energi dan cahaya kehidupan kian meredup, yang membuat seseorang tak mampu lagi melihat perspektif kehidupan secara lebih luas, lebih dalam, lebih menyeluruh, dan lebih indah. Mereka yang tidak mampu keluar dari tembok rutinitas yang membelenggu sulit untuk bisa bergabung menikmati festival kehidupan bersama semesta.
Komaruddin Hidayat-Memakanai Jejak-Jejak Kehidupan-

Suara Hati Seorang Bocah Kulit Hitam

When I born, I black
Ketika aku lahir, aku hitam

When I grow up, I black
Saat aku tumbuh, aku hitam

When I go in sun, I black
Saat aku berjemur, aku hitam

When I scared, I black
Saat aku takut, aku hitam

When I sick, I black
Saat aku sakit, aku hitam

And when I die, I still black
Dan, saat aku mati, aku tetap hitam

And you white fellow
Dan kalian kaum putih

When you born, you pink
Saat kamu lahir, klian pink

When you grow up, you white
Saat kalian tumbuh, kalian putih

when you go in sun, you red
Saat kalian berjemur, kalian merah

When you cold, you blue
Saat kalian kedinginan, kalian biru

When you scared, you yellow
ketika kalian takut, kalian kuning

And when you die, you grey
Dan ketika kalian meninggal, kalian abu-abu

And you calling me colored?
Dan kalian masih menyebut aku berwarna?

*Nominasi puisi terbaik PBB 2006 dari seorang bocah Afrika tentang pemahaman sebenarnya tentang pengertian kulit berwarna yang sering digunakan kaum kulit putih kepada kaum non-kulit putih.

Rabu, 11 Mei 2011

Stand By Me: The Time That Memories Are made Of

"For some, it's the last real taste of innocence, and the first real taste of life. But for everyone, it's the time that memories are made of."
Jangan heran kalo postingan saya kali ini juga bertemakan film. Hal ini untuk menjawab kritik yang beredar bahwa forum ini terlalu sering membahas politik. Dan, film kali ini yang dibahas yaitu Stand By Me yang disutradarai oleh Rob Reiner dan diadaptasi dari novel karya Stephen King yang berjudul sama.

Untuk mengulas film ini saya kembali sejenak kepada momen-momen yang saya rasakan sebagai yang terbaik dalam hidup saya karena Rob Reiner benar-benar pintar dalam mengembalikan memori saya kepada masa-masa tersebut. Jika anda menonton film ini, anda akan mengerti apa yang saya maksudkan. Yang jelas film ini membawa nuansa pershabatan, petualangan konflik, intrik dan yang terpenting kebersamaan yang kental di dalamnya. Melihat tingkah keempat sahabat yang diceritakan di dalam film ini, kita akan teringat kembali kepada masa ketika kita bertindak tanpa memiliki pertimbangan terlalu banyak dan hanya bermodal rasa keingintahuan yang polos serta kepercayaan kepada rekan disamping kita.

Ya, mungkin bagi sebagian dari kita momen-momen yang terjadi di film ini seperti hal-hal terakhir yang kita lakukan pada masa kecil dan sebagian merasakan bahwa kehidupan yang sebenarnya baru saja dimulai, tetapi bagi saya apa yang terjadi pada film ini merupakan sebuah bagian yang berharga yang pernah terjadi pada kehidupan.

Senin, 18 April 2011

Lagu-Lagu Yang Sedang Saya Nikmati

Mungkin saya termasuk seseorang yang pemahaman tentang musiknya tidak begitu baik, tetapi saya akan mencoba untuk membuat daftar lagu yang sedang saya nikmati saat ini. Lagu2 ini banyak bercerita tentang sosial, tidak hanya tentang cinta antara sepasang kekasih. Lagu2 ini diharapkan dapat membuat kita untuk lebih memahami kehidupan, terutama dalam menjalin hubungan dan komunikasi sosial, mungkin saja bisa menjadi referensi bagi rekan2:


1. Cat Stevens (aka Yusuf Islam)- Father and Son
Sebuah lagu indah yang menceritakan tentang percakapan seorang ayah dan anak lelakinya. Lirik yang kuat serta menyentuh diiringi dengan akustik yang indah. Apreasiasi publik, terutama dunia Barat terhadap lagu ini tidak memudar bahkan setelah Cat Stevens memutuskan untuk merubah keyakinannya menjadi Islam. Ronan Keating pernah menyanyikan ulang lagu ini dan hasilnya juga cukup bisa dinikmati bahkan ada sebuah versi duet Ronan dan Yusuf, dimana 'feel' lagu ini terasa lebih didapatkan.


2. Joni Mitchell/Counting Crows-Big yellow Taxi
Sebuah lagu bertema sindiran terutama untuk kaum ekspatriat yang hanya bisa menikmati kemewahan tanpa peduli keadaan sekitar. Lagu ini diciptakan oleh Joni Mitchell karena terinspirasi dari pengalaman yang dialaminya ketika berlibur di sebuah hotel mewah di Hawaii. Counting Crows bersama Vanessa Charlton kembali membawakan ulang lagu ini pada tahun 2002, dan ditambahkan dengan sedikit unsur humor pada video klipnya, mereka sukses membawa lagu ini kepada popularitas. Lagu ini juga memiliki pesan terhadap lingkungan.


3. Ronan Keating-This is Your Song
Sebuah lagu yang dipersambahkan oleh Ronan Keating kepada sang ibu. Bercerita tentang kenangan seorang anak terhadap ibunya yang telah tiada. Lagu yang pantas didengarkan apabila rindu kepada Ibu kita. Sekeras apapun hati seorang anak, tidak ada yang bisa meluluhkannya, kecuali sang Ibu.


4. Kate Rusby
Jika anda pernah menonton film Heartlands, maka anda akan mengetahui kenapa lagu2 Kate Rusby pantas untuk disukai. Beraliran "British Folk", Kate Rusby sukses membawakan lagu2 nya yang bertema kehidupan, khas lagu2 tradisional Britania.. Alunan banjo dan akustik gitar mengiringi setiap lagu2nya yang membuat lagu2 Kate Rusby begitu indah untuk dinikmati. Begitulah yang saya alami ketika menonton film Heartlands. Film ini menjadi indah berarti karena diiringi oleh lagu2 Kate Rusby.


5. Glen Hansard-Say It To Me Know
Untuk mengetahui kenapa begitu menyukai lagu ini, saya melampirkan kutipan seorang teman dan member Indonesia Cerdas, Andhika Maesa Putra:
"Lagu-lagu yang dibawakan Glen Hansard dan Marketa Irglova pada “Once” benar-benar luar biasa. Sebuah film dengan cerita sederhana ternyata bisa menjadi istimewa lewat lagu-lagunya. “Say it to me now” begitu emosional. Adegan ketika Glen menyanyikan lagu ini cukup sukses membuat mata saya nyaris tidak berkedip selama 50 detik."

Kamis, 10 Februari 2011

Prinsip Nyeleneh Saya

Berhubung saya sangat berminat terhadap filosofi, saya mencoba untuk menyampaikan filosofi-filosofi terbaik yang pernah saya temukan. Filosofi-filosofi tersebut saya jadikan inspirasi dan semangat bertahan alias motivasi dalam menjalankan rutinitas. Buat orang-orang yang membaca ini mungkin akan sedikit lebih banyak mengenal diri saya, karena tulisan ini menyangkut sikap saya dalam memandang kehidupan. Sedikit pamer memang, tetapi saya tidak bisa menahan untuk menyampaikannya. Berikut tiga prinsip yang membuat saya "bertahan" hingga detik ini:

1. "Some birds aren't meant to be caged, their feathers are just too bright."
Kata-kata yang disusun menjadi sebuah kalimat indah diatas bukan saya yang merumuskan, tetapi Stephen King, penulis terkenal asal Amerika. Frasa-frasa ini menjadi dikenal karena disampaikan oleh Morgan Freeman, seorang artis Hollywood terkenal pada sebuah adegan di sebuah film yang diangkat berdasarkan novel Stephen King, The Shawsank Redemption. Pada film tersebut, kalimat yang diucapkan oleh Morgan Freeman yang berperan sebagai "Red" bertujuan untuk menyikapi aksi rekan penjaranya yang melarikan diri dengan brillian dan aksi tanpa duga,  Andy dufresne (Tim Robbins). Dalam adegan tersebut, Red berumpama bahwa Andy layaknya seekor burung yang memiliki bulu yang sangat indah, sehingga penjara bukanlah tempat yang cocok bagi Andy untuk menghabiskan sisa hidupnya. Makna dari "bulu yang indah" disini yaitu kepribadian Andy yang sangat pintar yang sepertinya hanya sia-sia apabila dimanfaatkan "hanya" di dalam penjara. Walupun kepintaran Andy sangat bermanfaat bagi seluruh penghuni penjara, tetapi tetap, Andy bukan lah seorang yang pemanut, alias suka diatur. Dia hanya seorang yang seolah-olah berada di dalam kondisi sedang diatur, tetapi memiliki perencanaan lain terhadap kondisi tersebut. Oleh sebab itu, Andy diibaratkan sebagai burung yang berada di dalam sangkar, terlalu bagus apabila bulunya yang indah hanya dinikmati oleh sang majikan. Nah, melihat hal ini, saya jadi terpengaruh, semua manusia berderajat sama, kecuali ilmu dan takwa nya. Jadi, untuk membedakan kita dengan orang kebanyakan, kita haruslah memiliki wawasan yang luas. Walaupun kita berada dalam suatu "kungkungan", tidak ada salah satu dari bagian tubuh kita yang bebas, setidaknya pemikiran kita bebas. Diperlukan wawasan yang luas untuk berimajinasi walaupun kita berada di dalam kondisi yang tidak kita inginkan. Dengan pengetahuan yang kita miliki, setidaknya menambah rasa percaya diri dalam diri kita, rasa percaya diri akan menambah keyakinan, keyakinan diikuti dengan usaha akan berbuah menjadi kenyataan. Ibaratnya seorang Andy Dufresne, bagi siapapun yang merasa saat ini tidak berada di dalam kondisi dan situasi yang diimpikan, setidaknya bukalah pemikiran dan wawasan dan kedua hal itulah yang akan mengantarkan kita menuju impian.


2. We Don't Need The World, The World Needs Us

Filosofi kedua yang selalu saya tanam di dalam diri yaitu kata-kata diatas. Kalimat tegas nan indah diatas murni konsep dari saya sendiri. semua bermula dari kebiasaan, baik oleh bangsa kita maupun orang luar (bule, ras kuning, Arab, Afrika, ataupun India) dalam menuntut ilmu. Kebanyakan, kebanyakan ya, tidak semua, ilmu dijadikan sebagai tujuan akhir yang berbuntut kepada kesuksesan. Kalo mau sukses, ya ikuti aturan main yang sudah ditetapkan, karena beranggapan bahwa kita membutuhkan segala persyaratan yang diajukan untuk memenuhi semua tuntutan. IPK harus segini, pas wawancara kerja harus begini, harus berpakaian seperti ini, dan sebagainya, sehingga kita secara tidak langsung menjadi seperti robot yang selalu diatur. Sehingga, semua hal yang dituntutkan kepada kita menjadi sebuah formalitas tanpa pemahaman. Well, memang semua tuntutan kepada kita itu penting, tetapi seharusnya kita tidak dalam posisi yang ditawar. Sedikit yang beranggapan bahwa kitalah yang membuat tuntutan, sebagai penawar, bukannya orang yang membutuhkan kita yang berperan seperti itu. Ketika mencari kerja contohnya, kita selalu berada di bawah kendali para pencari tenaga kerja. Lha, bukannya mereka yang membutuhkan kita? Kenapa kita yang dibawah kendali mereka? Apakah mereka bersikap seperti itu karena persaingan yang ketat, sehingga bisa menjadi "playmaker" dalam bursa dunia kerja? Menurut saya tidak. Para "pencari kerja" kesulitan mencari kerja karena sikap dari kebanyakan pencari kerja itu sendiri. Mereka merasa ragu-ragu untuk masuk dunia kerja karena tidak merasa mantap dengan kemampuan yang mereka miliki serta tidak menyadari potensi diri, sehingga posisi tawar mereka rendah kepada para pencari tenaga kerja. Untuk itu, kita harus selalu melihat diri kita sendiri, apa kelebihan kita dari orang lain. Jangan merasa minder apabila berada disamping orang yang katanya lebih hebat, pintar atau apalah. Mereka juga manusia, pasti punya kekurangan, mungkin saja kelebihan kita adalah kekurangan bagi mereka, kita harusnya bangga dengan hal itu (tanpa maksud merendahkan kekurangan orang lain). Begitu juga ketika dihadapkan pada posisi tawar-menawar ketika memasuki dunia kerja. Ketika kita sudah mengenali potensi diri kita, secara otomatis akan meningkatkan kepercayaan diri kita karena kita yakin pada potensi kita. Apabila kepercayaan diri kita tumbuh, maka kita akan memiliki posisi tawar yang kuat pada siapapun. Ingat, yang lebih tahu diri kita adalah diri kita sendiri. Di dalam suatu percakapan, seseorang yang mengetahui lebih akan cenderung untuk berada dalam posisi mengendalikan arah atau topik percakapan, dan oleh sebab itu ketika kita berhadapan dengan posisi tawar-menawar seperti wawancara kerja, maka kita akan berada dalam posisi tawar yang sangat besar apabila kita sudah mengenali potensi dan kelebihan kita. Kita tidak membutuhkan apa yang sudah ada di dunia , tetapi dunialah yang membutuhkan kita untuk menciptakan sesuatu yang belum ada.

3. From This Day, 'Till The End of the World, We In It Shall be Remembered
Henry V pernah berujar: "Dari hari ini hingga akhir dunia, kita yang berada di dalamnya akan selalu dikenang". kata-kata tersebut diucapkan ketika Henry V akan mulai berperang bersama pasukannya. Kata-kata yang lugas tersebut mampu mambakar semangat pasukannya untuk bertempur karena ingin selalu dikenang oleh dunia. Ya, kata-kata diatas merupakan motivasi saya menjalani hidup. Tetapi kata-kata tersebut bukan bermaksud riya, dimana saya ingin dikenang karena perbuatan-perbuatan yang saya lakukan. Kata-kata tersebut lebih sebagai motivasi bagi ane dalam berbuat sesuatu. Kita bisa umpamakan, Alexander Agung tidak akan pernah mengira namanya akan selalu dikenang berabad-abad setelah kematiannya karena telahh menaklukan 1/3 dunia. Issac newton tidak pernah mengira bahwa penemuannya akan mendorong kemajuan penelitian ilmiah. Begityu juga dengan kita. Lakukanlah sesuatu yang benar-benar bermanfaat. Tentu saja melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan pribadi itu perlu, tetapi cobalah berbuat sesuatu untuk tujuan ataupun berimplikasi kepada kemashlatan orang banyak. Tidak usah melakukan sesuatu yang besar atau fantastis, cukup dengan perbuatan kecil yang bermanfaat. Dulu, saya selalu bermimpi untuk menjadi orang yang berpengaruh, orang yang dapat merubah dunia. Tetapi saya tahu, itu semua tidak semudah memakan ayam goreng, eh membalikkan telapak tangan maksudnya, harus ada usaha pemicu dari semua hal tersebut. Untuk melakukan usaha pemicu itupun susahnya minta ampun, sehingga saya jadi berpikir, apakah merubah dunia menjadi tujuan saya? Ya, tetapi saya harus memikirkan cara lain yang sederhana untuk mengubah dunia. Kita mengetahui bahwa dunia selalu dilewati dari generasi ke generasi. Proses kehidupan dunia ini ibarat proses mewariskan sesuatu. Generasi sebelumnya akan mewariskan dunia kepada generasi selanjutnya. Jika memang demikian, dunia seperti apa yang kita wariskan kepada generasi selanjutnya? Saya berpendapat bahwa tujuan kita semua adalah mewariskan dunia yang lebih baik kepada generasi selanjutnya. Bermacam cara untuk melakukan hal tersebut, tergantung pribadi kita masing-masing. Kita harus selalu memiliki proyeksi untuk menemukan dan membentuk seseorang untuk mengubah dunia, begitulah cara kita semua mengubah dunia. Ketika orang-orang yang kita beri inspirasi itu juga sukses melakukan kepada generasi yang dibawahnya, maka kita akan dikenang sebagai orang yang terlibat dalam proses tersebut, proses mewariskan dunia yang lebih baik.

pesan seorang bocah 12 tahun kepada dunia

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.


Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya, masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak.
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali.
Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.


Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.