Selasa, 20 Desember 2011

The Reflection

"You see although all of you might know how to use a computer,
Most of you don't know how to harvest land..
You all know how to order food,
but how many of you know how to plant your own?
Are your kids expert at video games,
or have you taught them what's essential to life?
We have been moved away from our natural's way of life
and have been manipulated to serve the machine!
We have become part of the machine.
It's time for you to realize that your true welfare depends on your independence from this machine.
You all know how to fill up gas,
but, have you tried to acquired free and alternative energy?
Sunlight is made up of tiny packets energy called photons,
every minute, enough of this free energy reaches the earth,to meet all of the world's energy needs for a full year!"

taken from 'The Arrival'

Memaknai Jejak-Jejak Kehidupan

Rutinitas ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, aktivitas kehidupan yang sudah rutin itu mudah dijalani, tidak memerlukan pemikiran dan persiapan serius, dan semuanya akan berlangsung normal seperti biasanya. Namun, sesungguhnya kita mesti mewaspadai aktivitas yang sudah berjalan rutin serta mekanis bagaikan mesin karena kebiasaan yang sudah mapan akan membuat hati dan pikiran tumpul, kehilangan daya kreatif dan reflektifnya.

Hati-hati ketika anda sudah merasa aman bersembunyi di balik tembok comfort zone yang terbentuk oleh rutinitas karena yang sesungguhnya terjadi adalah anda sudah terjebak dan terbelenggu dalam rutinitas yang membuat energi dan cahaya kehidupan kian meredup, yang membuat seseorang tak mampu lagi melihat perspektif kehidupan secara lebih luas, lebih dalam, lebih menyeluruh, dan lebih indah. Mereka yang tidak mampu keluar dari tembok rutinitas yang membelenggu sulit untuk bisa bergabung menikmati festival kehidupan bersama semesta.
Komaruddin Hidayat-Memakanai Jejak-Jejak Kehidupan-

Suara Hati Seorang Bocah Kulit Hitam

When I born, I black
Ketika aku lahir, aku hitam

When I grow up, I black
Saat aku tumbuh, aku hitam

When I go in sun, I black
Saat aku berjemur, aku hitam

When I scared, I black
Saat aku takut, aku hitam

When I sick, I black
Saat aku sakit, aku hitam

And when I die, I still black
Dan, saat aku mati, aku tetap hitam

And you white fellow
Dan kalian kaum putih

When you born, you pink
Saat kamu lahir, klian pink

When you grow up, you white
Saat kalian tumbuh, kalian putih

when you go in sun, you red
Saat kalian berjemur, kalian merah

When you cold, you blue
Saat kalian kedinginan, kalian biru

When you scared, you yellow
ketika kalian takut, kalian kuning

And when you die, you grey
Dan ketika kalian meninggal, kalian abu-abu

And you calling me colored?
Dan kalian masih menyebut aku berwarna?

*Nominasi puisi terbaik PBB 2006 dari seorang bocah Afrika tentang pemahaman sebenarnya tentang pengertian kulit berwarna yang sering digunakan kaum kulit putih kepada kaum non-kulit putih.