Selasa, 20 Desember 2011
Memaknai Jejak-Jejak Kehidupan
Rutinitas ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, aktivitas kehidupan yang sudah rutin itu mudah dijalani, tidak memerlukan pemikiran dan persiapan serius, dan semuanya akan berlangsung normal seperti biasanya. Namun, sesungguhnya kita mesti mewaspadai aktivitas yang sudah berjalan rutin serta mekanis bagaikan mesin karena kebiasaan yang sudah mapan akan membuat hati dan pikiran tumpul, kehilangan daya kreatif dan reflektifnya.Hati-hati ketika anda sudah merasa aman bersembunyi di balik tembok comfort zone yang terbentuk oleh rutinitas karena yang sesungguhnya terjadi adalah anda sudah terjebak dan terbelenggu dalam rutinitas yang membuat energi dan cahaya kehidupan kian meredup, yang membuat seseorang tak mampu lagi melihat perspektif kehidupan secara lebih luas, lebih dalam, lebih menyeluruh, dan lebih indah. Mereka yang tidak mampu keluar dari tembok rutinitas yang membelenggu sulit untuk bisa bergabung menikmati festival kehidupan bersama semesta.
Komaruddin Hidayat-Memakanai Jejak-Jejak Kehidupan-
Suara Hati Seorang Bocah Kulit Hitam
When I born, I black
Ketika aku lahir, aku hitam
When I grow up, I black
Saat aku tumbuh, aku hitam
When I go in sun, I black
Saat aku berjemur, aku hitam
When I scared, I black
Saat aku takut, aku hitam
When I sick, I black
Saat aku sakit, aku hitam
And when I die, I still black
Dan, saat aku mati, aku tetap hitam
And you white fellow
Dan kalian kaum putih
When you born, you pink
Saat kamu lahir, klian pink
When you grow up, you white
Saat kalian tumbuh, kalian putih
when you go in sun, you red
Saat kalian berjemur, kalian merah
When you cold, you blue
Saat kalian kedinginan, kalian biru
When you scared, you yellow
ketika kalian takut, kalian kuning
And when you die, you grey
Dan ketika kalian meninggal, kalian abu-abu
And you calling me colored?
Dan kalian masih menyebut aku berwarna?
*Nominasi puisi terbaik PBB 2006 dari seorang bocah Afrika tentang pemahaman sebenarnya tentang pengertian kulit berwarna yang sering digunakan kaum kulit putih kepada kaum non-kulit putih.
Langganan:
Komentar (Atom)