Selasa, 01 Mei 2012

Tentang gurupogil



GuruPogil merupakan suatu bidang usaha yang bergerak pada pengembangan metoda inkuiri di bidang pendidikan di Indonesia. Berawal dari perbincangan sederhana tentang pendidikan di Indonesia, pendiri guruPogil, bapak Prof.Dr.Abdi Dharma, M.Sc, mencetuskan sebuah ide yang bisa diterapkan pada sistem pendidikan di negara ini. Terinspirasi dari sebuah sumber yang berisikan sistem pendidikan yang menerapkan metoda inkuiri, beliau berniat untuk menerapkannya juga di Indonesia. Berkolaborasi dengan komunitas Indonesia Cerdas (IC) dan Bagonjong IT (BIT), maka pada tanggal 14 Januari 2012 terbentuklah www.gurupogil.com, sebuah website yang diciptakan untuk mengenalkan serta mengembangkan metoda-metoda inkuiri kepada setiap pelaku pendidikan. Pada dasarnya, metoda inkuiri sudah dikenal pelaku pendidikan di Indonesia, terutama karena tercantum di dalam kurikulum pendidikan nasional. Akan tetapi, penerapan metoda inkuri belum mencapai optimal, oleh karena itu, gurupogil hadir dengan semboyan “Knowing is good, Doing is better, Discovering is the best”untuk memperkenalkan lebih mendalam serta mengembangkan peoses pendidikan berbasis inkuiri, yaitu POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning).


POGIL merupakan suatu metode pembelajaran inkuri yang berdasarkan kepada proses guidance atau bimbingan kepada siswa dalam proses belajar mengajar. Di dalam penerapannya, POGIL menanamkan unsure Fun Learning, dimana proses belajar diselingi dan dibimbing dengan kegiatan-kegiatan yang menyenagkan dan tidak membuat siswa merasa bosan. Sebagai wadah dan peregrakan pengembangan metode POGIL pertama di Indonesia, guruPogil berkewajiban untuk menyediakan fasilitas-fasilitas pendidikan yang berbasis POGIL. Salah satu diantaranya yaitu pengembangan media pembelajaran dan Rancangan Pengembangan pembelajran (RPP). Selain itu, untuk menjawab kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang mewajibkan setiap level pendidikan tinggi untuk menrbitkan minimal satu buah artikel ilmiah, gurupogil hadir dengan menyediakan suatu jurnal pendidikan ilmiah yang bernama, JurnaL Pembelajaran Inkuiri. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi tulisan-tulisan hasil penelitian ilmiah bidang pendidikan untuk dipublikasikan.
Untuk pengembangan metoda POGIL dalam setiap proses belajar di dalam kelas, guruPogil menyediakan kegiatan seminar dan pelatihan pendidikan inkuiri serta Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan blog untuk guru dan siswa. Kegiatan seminar pertama gurupogil telah dilaksanakan apda tanggal 6 Maret 2012 yang dihadiri oleh beebrapa guru dari seluruh daerah di provinsi Sumatera Barat. Kegiatan seminar dan pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan serta melatih guru dan siswa untuk menerapkan pembelajaran inkuiri pada proses di kelas. Selain itu, pengenalan teknologi informasi seperti penggunaan blog sangat bermanfaat untuk mendorong peningkatan proses belajar di kelas. Dengan segala programnya, gurupogil menargetkan bahwa penggunaan metoda inkuri pada setiap kelas di seluruh sekolah di Indonesia akan berkembang dari waktu ke waktu sehingga misi guruPogil yang juga salah satu cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan bangsa dapat terwujud. 


Senin, 30 April 2012

Rahasia Keajaiban Di Planet (I)

Kenapa kadar oksigen di udara kita hanya 21 %, lebih rendah dibandingkan nitrogen yang mencapai 78 %? Seperti kita ketahui, oksigen merupakan unsur terpenting di dalam kehidupan karena gas ini hampir terlibat di dalam semua reaksi kimia yang menghasilkan energi. Kadar oksigen di dalam udara kita ditetapkan dengan sangat tepat. Prof. Michael Denton, seorang ahli mikrobiologi, mengungkapkan bahwa kandungan oksigen di udara kita tidak bisa lebih banyak dari saat ini karena sudah mendekati batas atas yang aman bagi kehidupan. Apabila terjadi kenaikan 1 % kandungan oksigen di dalam atmosfer, maka persentase kebakaran hutan akan meningkat sebesar 70 %. Kandungan oksigen yang terdapat saat ini, merupakan hasil sistem daur ulang yang hebat. Manusia dan hewan menghirup banyak oksigen dan melepaskan karbon dioksida, sedangkan tumbuhan menangkap karbon dioksida dan mlepaskan oksigen. Kerja sama antar makhluk hidup ini menghasilkan sebuah keseimbangan bagi kehidupan. Apabila seluruh makhluk hidup hanya mengambil karbondioksida dan melepaskan oksigen, maka atmosfer di bumi memungkinkan untuk terjadinya pembakaran lebih daripada biasanya mengingat sifat oksigen yang sangat reaktif, sedangkan apabila seluruh makhluk hidup hanya menghirup oksigen dan melepaskan karbondioksida, maka kehidupan di bumi ini akan punah dengan begitunya mengingat habisnya oksigen yang terdapat di atmosfer.